Kemiskinan yang terjadi di Indonesia mengarah kepada kesulitan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan primer dan kesulitan mereka dalam mendapatkan kehidupan yang layak. Kemiskinan tersebut tidak hanya memberikan dampak negatif pada orang dewasa saja, tetapi juga pada anak-anak. Dampak yang terjadi pada anak baik sosial dan psikologinya menjadi terganggu. Hak mereka untuk memperoleh pendidikan dan masa kecil yang bahagia, berkualitas dan yang layak didapatkan oleh anak-anak telah hilang. Kemiskinan yang membelit keluarga mereka membuat peran mereka dalam keluargapun bergeser, mereka juga ikut berperan dalam memenuhi nafkah keluarga. Fenomena anak-anak yang bekerja di Indonesia juga berpengaruh pada jumlah anak-anak yang putus sekolah. Hal ini dikarenakan sebagian besar dari anak-anak tersebut terpaksa putus sekolah dengan berbagai alasan. Fakta tersebut sangat memprihatinkan, mengingat merekalah penerus bangsa ini nantinya.
Anak merupakan karunia Tuhan yang harus dijaga, dididik, dirawat serta dipenuhi segala kebutuhan hidupnya. Sehingga kelangsungan hidup, perkembangan fisik dan mental serta perlindungan dari berbagai gangguan atau marabahaya yang dapat mengancam masa depan anak dapat tersedia. Anak merupakan aset terpenting dalam kemajuan dan pembangunan bangsa karena anak adalah generasi penerus perjuangan yang akan menghadapi tantangan masa depan. Untuk itu, pemenuhan kebutuhan anak harus terpenuhi baik kebutuhan jasmani maupun rohani.
Kemiskinan mengharuskan semua pihak untuk bekerja keras mengangkat mereka dalam kehidupan yang lebih layak karena kemiskinan adalah suatu ketidakmampuan penduduk dalam memenuhi kebutuhan dasar untuk suatu kehidupan yang layak. Masalah kemiskinan merupakan salah satu dari berbagai faktor pendorong anak tidak terpenuhi kebutuhan hidupnya seperti orang tua atau kedua orang tuanya sudah meninggal, rendahnya pengertian, ketidakmampuan dan kelalalaian orang tua terhadap pemenuhan hak-hak anak untuk tumbuh dan berkembang secara wajar yaitu terpenuhinya kebutuhan dasar dengan wajar baik rohani, jasmani maupun sosial, memperoleh pendidikan yang layak dan memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai.
Tidak sedikit anak – anak terpaksa menghidupi dirinya sendiri dengan terpaksa harus meninggalkan rumah dan sekolah guna mencari nafkah sehingga mereka menjadi anak terlantar yang putus sekolah karena ketiadaan biaya. Anak terlantar termasuk anak yang sudah tidak memiliki salah satu atau kedua orang tua merupakan anak yang memerlukan perhatian karena mereka perlu mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasarnya, kasih sayang, bimbingan dan dididik agar mampu menjadi pribadi yang berdaya. Salah satu cara yang dapat dilakukan kepada anak-anak tersebut adalah dengan memasukkan nya kedalam suatu lembaga sosial yaitu panti asuhan/asrama agar mereka mendapat pembinaan selayaknya keluarga yang utuh.
Terbentuk nya Asrama Yatim RPTQ Al – Furqon setelah melihat permasalahan – permasalahan yang sudah dijelaskan sebelumnya diatas dan guna menyatukan dan menaungi seluruh anak – anak yatim dan dhuafa binaan Yaciku agar dapat lebih mudah membina, mengontrol dan juga dapat lebih mudah memberikan pendidikan keagamaan dan umum, sehingga mewujudkan SDM yang berakhlaq Qur’ani sesuai Visi Yaciku akan terwujud.