Santunan Yatim & Dhuafa

SANTUNAN YATIM & DHUAFA

Doa Bersama dan Santunan Yatim & Dhuafa

         Salah satu wujud keberhasilan dari pendidikan dan pengetahuan yang kita dapatkan adalah dengan mengamalkan nya. Pengamalan tersebut bukti rasa syukur kita kepada Allah SWT dan semua yang kita lakukan semata – mata hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Rasulullah Saw bersabda :

 

 

“KHAIRUNNAS ANFA’UHUM LINNAS”

Artinya : Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain. (HR.Bukhari Muslim)

Hadits ini seakan-akan mengatakan bahwa jikalau ingin mengukur sejauh mana derajat kemuliaan akhlak kita maka ukurlah sejauh mana nilai manfaat diri ini ?

Dari hadits di atas kita bisa melihat bahwa ternyata derajat kemuliaan seseorang dapat dinilai dari sejauh mana dirinya nilai manfaat bagi orang lain yaitu : Seseorang yang kehadirannya sangat dirindukan karena dapat memberikan manfaat bagi orang banyak. Dia dicintai begitu banyak manusia karena kepeduliannya terhadap sekitar dan bias membawa pengaruh yang baik. Perilaku kesehariannya lebih banyak diisi oleh kebaikan, ucapannya senantiasa didengar, dan lebih banyak berbuat kebaikan.

Program Yaciku di Bidang Sosial Kemanusiaan menjadi Program Unggulan selain Rumah Tahfidz Al-Qur’an Program di Bidang Pendidikan, salah satunya adalah Doa Bersama dan Santunan Yatim Dhuafa, baik Santunan Uang Saku Pekanan, Santunan Rutin Berkala, Santunan Lebaran Yatim maupun Santunan di Perayaan Hari Besar Islam (PHBI).

Terdapat tiga keutamaan besar dalam menyantuni anak yatim, seperti yang dijelaskan pada hadist-hadist Rasulullah SAW:

1. Dekat dengan Rasulullah di surga, sedekat jari telunjuk dengan jari tengah

Rasulullah Saw bersabda: “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya” (HR. Bukhari, Shahih Bukhari, Sahl bin Sa’ad As-Sa’idiy: 5304)

Barang siapa yang ingin bersama Rasulullah SAW di surga, santunilah anak yatim. Rasulullah SAW menjanjikan surga bagi mereka dan jarak dengan beliau dekat sekali seperti halnya jari telujuk dengan jari tengah.

Ibnu Hajar Al-Asqalaniy Rahimahullah berkata: “Isyarat ini cukup untuk menegaskan kedekatan kedudukan pemberi santunan kepada anak yatim dan kedudukan Nabi, karena tidak ada jari yang memisahkan jari telunjuk dengan jari tengah.”

2. Melunakan hati manuasia yang keras

Sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi ? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” (HR. Al-Baniy, Shahi Al-Jami’, Abu Darda: 80)

Orang-orang yang menanggung anak yatim dan mengasihinya, maka Allah akan melembutkan hatinya dan mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Sebab orang yang mengasihi anak yatim, maka ia akan menjadi figur orang tua bagi mereka. Kasih sayang yang diberikan kepada anak yatim akan melembutkan hatinya. Kekerasan hati manusia bisa berasal dari akhlak yang buruk, seperti dengki, dusta, kikir dan sebagainya.

3. Kebutuhan hidup terpenuhi

“Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim diantara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.” (HR. Al-Baniy, Shahih At Targhib, Malik Ibnu Harits: 1895)

Jika kita mempunyai kesempatan menyantuni anak yatim, jangan pernah sia-siakan. Tidak hanya jaminan surga di akhirat, Allah SWT pun menjanjikan kepada orang yang menyantuni anak yatim akan terpenuhi semua kebutuhan hidupnya. Menyantuni anak yatim seperti berinfak di jalan Allah, maka Allah akan melipatgandakan harta hamba-Nya.

Sebaliknya orang yang memakan harta anak yatim, maka Allah akan memberikannya azab yang sangat pedih. Seperti dijelaskan dalam firman Allah SWT:

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (An-Nisa: 10)

Semoga kita termasuk orang-orang yang menyantuni anak yatim dan mendapatkan tiga keutamaan besar yang Allah dan rasul-Nya janjikan. Menjadi orang yang menemani Rasulullah di surga bersama para sahabat-Nya. Semoga kita terhindar dari dosa besar, yaitu memakan harta anak yatim.

          Begitu mulia nya keutamaan dari menyantuni anak yatim dan dhuafa diatas, maka Program tersebut menjadi program sosial unggulan dan menjadi prioritas realisasi dari program – program Yaciku yang lain nya.

Lihat apa yang kami lakukan! Tonton Video Kami
error: Konten dilindungi !!
Butuh bantuan? Chat kami!